Sekilas Mengenai Penulisan Biografi ( writed by Lantik…

SEKILAS MENGENAI PENULISAN BIOGRAFI

Biografi merupakan salah satu bentuk sejarah yang ditulis berdasarkan kepada pengalaman hidup seseorang dan bagaimana hidup orang tersebut memiliki efek bagi banyak kehidupan lain di sekitarnya. Dalam melakukan penulisan biografi, latar belakang tentang kehidupan seseorang selalu menjadi bahan pertimbangan, apakah kisah hidup orang tersebut layak untuk diungkap ke publik dan apakah keuntungan yang diperoleh ketika biografi tersebut nantinya sudah menjadi konsumsi umum. Kedua faktor di atas merupakan salah dua diantara banyak faktor pertimbangan bagi para penulis biografi, baik penulis yang berasal dari kalangan jurnalis atau seorang sejarawan sekalipun.

Penulisan biografi yang bisa dilakukan oleh orang-orang dari berbagai kalangan membuat keorisinalitas karya tersebut bisa memiliki berbagai macam tafsiran, terlebih jika ada sebuah biografi yang memiliki subjek yang sama namun ditulis oleh dua kalangan yang berbeda latar belakang, misalanya dari kalangan sejarawan dan jurnalis. Dalam pandangan seorang jurnalis, pertimbangan terhadap kesuksesan biografinya  di pasaran lebih merupakan hal yang paling penting. Sehingga bisa saja dalam penulisan biografi tersebut unsur-unsur yang berkaitan dengan objektivitas kalah dominan dibandingkan unsur subjektivitas sang penulis. Hal yang berbeda akan ditemukan jika yang menulis biografi tersebut adalah seorang sejarawan. Bagi seorang sejarawan yang akan menulis kisah tentang hidup seseorang, secara naluriah pasti berpatokan kepada etika sejarah yang mengutamakan unsur subjektivitas sebagai usaha untuk menyajikan fakta yang sesungguhnya bagi para pembaca. Dengan demikian dapat terlihat jelas betapa rumitnya proses penulisan yang dilakukan oleh seorang sejarawan apabila dibandingkan dengan seorang jurnalis ataupun novelis yang kebetulan tertarik membuat biografi. Hal tersebut belum lagi ditambah dengan resiko yang harus dihadapi apabila dalam isi biografi terdapat hal-hal yang bisa menyinggung perasaan segelintir orang yang bisa saja memiliki persoalan atau kepentingan tertentu dengan munculnya tulisan itu.

Dari kondisi yang telah dibahas dalam paragraf sebelumnya, dapat disadari bahwa sesungguhnya tugas seorang sejarawan pada masa sekarang sebagai pendekar dalam menyajikan kebenaran yang hampir absolut (menurut penulis, di dunia ini tidak ada satupun kebenaran yang sifatnya absolut/mutlak) memerlukan komitmen tinggi, apalagi pada era modern ini yang segala sesuatunya lebih banyak diukur dengan bagaimana reaksi pasar (berorientasi kepada uang semata) terrhadap produk yang di keluarkan (Biografi-red). Adanya faktor ketertarikan pasar (marketable) terhadap produk seperti kisah hidup seseorang yang menarik tidaklah adil rasanya jika yang dimuat dalam tulisan mengenai objek penulisan haruslah topik-topik yang menarik dan baik-baik saja tanpa mengangkat sisi lain yang mungkin saja dapat mengurangi minat para konsumen. Dengan keberanian mengangkat semua aspek kehidupan objek penulisan, tentu akan menjadi nilai tersendiri bagi biografi tersebut. Sebagai contoh misalnya ada beberapa biografi yang menceritakan tentang bagaimana jalan hidup Sukarno Bapak Proklamator Indonesia. Dari banyak biografi tersebut, semuanya memiliki gaya dan cerita dari berbagai sudut pandang yang berbeda, ada yang berani menampilkan sesuatu yang sifatnya mengundang kontroversi (ingin menarik perhatian pembaca) dan ada yang sangat memuja dan menampilkan sisi-sisi terbaik (tidak jarang hal ini terlalu dibesar-besarkan). Kondisi seperti ini telah menjadi bukti bahwa dalam melakukan proses penulisan biografi tidak dapat dilakukan secara asal-asalan saja seperti yang ke banyakan dilakukan oleh penulis yang bukan berasal dari kalangan akademisi atau sejarawan yang memang memiliki kompetensi tertentu terhadap bidang penulisan sejarah

UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM BIOGRAFI

Ketika semakin banyak orang yang tertarik untuk melakukan penulisan biografi, tentu “peta persaingan” pun semakin ketat, apalagi jika harus ada yang menulis mengenai objek yang sama. Seperti yang telah dibahas sebelumnya kebanyakan penulis (terutama dari kalangan non-sejarawan) hanya menulis sisi baik sang objek atau sisi yang mengundang kontroversi di kalangan umum demi meningkatkan marketable produknya.

Dalam penulisan biografi sebenarnya memiliki standar tertentu, terutama dalam hal isi yang terkandung di dalamnya. Seperti yang telah di tulis oleh Kuntowijoyo dalam bukunya yang berjuduk Metodologi Sejarah, bahwa dalam biografi seharusnya terkandung empat hal, yaitu (1) kepribadian tokohnya, (2) kekuatan sosial yang mendukung, (3) lukisan sejarah zamannya, dan (4) keberuntungan dan kesempatan yang datang. Dari sisi kepribadian tokoh, sudah tentu merupakan hal mutlak yang memang harus ada, karena tanpa mencerminkan kepribadian sang tokoh, maka biografi tersebut tak lebih daripada buku biasa yang hanya menyajikan dongeng sebelum tidur. Menonjolnya kepribadian sang tokoh akan memberikan semacam motivasi tersendiri bagi para pembaca biografi tersebut, terlebih lagi jika yang membaca adalah orang yang beranggapan bahwa sang tokoh merupakan pahlawan bagi dirinya atau semacam Hero in History. Kondisi yang persis seperti dijelaskan sebelumnya akan mudah dijumpai misalnya dalam biografi Sukarno (Proklamator Indonesia). Kepribadian Sukarno yang mampu menarik perhatian semua kalangan dari beberapa generasi merupakan jiwa sesungguhnya dari sebuah biografi. Kekuatan sebuah biografi seperti inilah yang harus dijadikan parameter bagi para peminat penulisan kisah hidup seseorang. Karakter kepribadian yang dimiliki Sukarno bahkan mampu mengilhami dan menjadi inspirasi bagi kehidupan sekarang, terlebih lagi dengan kondisi kehidupan bangsa yang memiliki pemimpin yang moralnya sudah rusak karena korupsi. Nostalgia masa lampau dengan kisah hidup yang bermutu akan memberikan semacam kelegaan tersendiri terutama bagi orang-orang yang tidak puas terhadap pemerintah yang sekarang. Selanjutnya faktor-faktor seperti kekuatan sosial dan lukisan mengenai sejarah pada zaman sang objek juga merupakan sesuatu yang bisa memperjelas karakter kepribadian tadi, dengan turut menampilkan seperti apa kondisi sosial dan melukiskan tentang sejarah yang terjadi pada zaman yang sama dengan objek, tentu akan lebih memberikan gambaran kehidupan yang sesungguhnya, dan dapat dikatakan bahwa itulah keadaan yang sebenar atau lebih radikal lagi, itulah fakta yang sebenarnya.

Keempat syarat yang telah diungkapkan di atas, merupakan sebuah satu kesatuan yang saling mendukung, terutama ketiga syarat awal yang memang mutlak harus ada dalam setiap penulisan biografi. Dengan demikian melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak kepada setiap pembaca (terutama yang memiliki ketertarikan dalam dunia penulisan biografi), untuk selalu berusaha dalam menulis tentang sejarah tetaplah berpegang kepada idealisme yang kita anut tanpa harus mencederai kebenaran yang sesungguhnya dan tentunya kepentingan-kepentingan yang ada di luar itu (terutama kepentingan politik dan pasar) lebih baik bukan menjadi motivasi utama karena apa yang ditulis haruslah menampilkan fakta-fakta atau kebenaran utuh sehinggan dapat menjadi contoh yang baik terutama bagi kalangan non sejarawan.

Satu pemikiran pada “Sekilas Mengenai Penulisan Biografi ( writed by Lantik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s