Perkembangan Liberalisme dan Kapitalisme Eropa

Perkembangan paham-paham di Eropa semakin hari semakin mengalami kemajuan yang pesat. Dalam hal ini adalah Liberalisme dan Kapitalisme. Liberalisme mempunyai makna positif dan negative tergantung dalam kontek apa menempatkannya. Perkembangan  Liberalisme di Prancis dan Inggris tidaklah sama,masing-masing dengan konteks historisme sendiri-sendiri. Dalam bidang sosial ( menyangkut individu ), liberalisme klasik menciptakan masyrakat yang atomistis yang terdiri dari individu-individu yang tidak mempunyai hubungan satu dengan yang lain. Dalam bidang ekonomi, Liberalisme klasik menciptakan pengusaha dan perusahaan raksasa. Keahlian berkembang menjadi semacam ideology, sehingga amat menentukan kehidupan Negara.

Dalam perkembangannya liberalisme klasik menuai badai yang ditaburkannya, prakteknya kontra produktif, kebebasan individu yang ingin dilindungi justru digerogoti sendiri. Sejarah akhirnya memaksa liberalisme klasik harus dibongkar menjadi liberalisme demokratis yaitu liberalisme yang mampu melindungi individualitas setiap orang dan memanusiakan manusia.

Begitu pula dengan faham Kapitalisme yang selalu mendapat tanggapan pro dan kontra dalam perkembangannya. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai Liberalisme dan Kapitalisme serta perkembangannya di Eropa.

Libereralisme

  1. a.   Pengertian

Dalam kehidupan sehari-hari, kata Libereralisme mempunyai dua pengertian ( arti positif dan arti negatif ).

  1. Arti Positif

Liberalisme dalam arti positif adalah faham yang menjunjung tinggi kemerdekaan batin, yang menolak segala macam pembatasan ( berlawanan dengan faham determinisme dan naturalisme ).

  1. Arti Negatif

Dalam arti negatif, Liberalisme adalah faham yang mengajarkan sikap orang untuk berbuat semaunya, keluar dari norma yang berlaku dan pemberontakan terhadap hal-hal yang tradisional. Cara lain untuk melihat Liberalisme adalah dengan menempatkannya dalam konteks yang tepat. Konteks-konteks tersebut adalah :

  • Konteks Personal

Liberalisme dalam konteks personal ingin mengatakan bahwa para penganut liberalism atau orang liberal adalah orang yang mempunyai sikap, ara berpikir, mentalitas yang kritis terhadap adat-istiadat, tradisi dan konvensi. Ia tidak mau terikat pada yang sudah dditetapkan atau yang sudah mapan, tetapi terbuka kepada kemungkinan-kemungkinan lain yang menurut pertimbangan akalnya akan lebih baik dan bermanfaat. Dalam arti ini liberalism merupakan suatu “ method” dan bukan suatu ajaran , doktrin ataupun ideologi.

  • Konteks Ekonomi

Liberalisme dalam konteks ekonomi ingin mengatakan bahwa hidup perekonomian merupakan bidang yang harus dikembangkan sesuai dengan kodrat manusia yang bebas, sehingga perekonomian itu memang seharusnya berdasar atas prinsip pasar bebas ( free market). Artinya semua hubungan ekonomi tercipta oleh pasar bebas ; campur tangan dari pihak manapun tidak dibenarkan.

  • Konteks Politik

Liberalisme dalam konteks politik mengandung makna menentang segala bentuk pemerintahan yang otoriter, seperti dalam monarkhi absolute atau diktatur. Faham ini mencurigai segala bentuk kuasa karena kuasa cenderung berkembang menjadi semakin besar dan menindas, maka harus diberi harus di beri saluran dan dibatasi. Konstitusi adalah pembatasan bagi kekuasaan. Dasar filosofisnya adalah pandangan bahwa manusia individual itu tercipta dengan hah-hak yang tidak dapat diambil oleh orang lain.

Akar-akar Liberalisme

Kata liberalisme untuk pertama kali dipakai di Spanyol tahun 1811 sebagai sebutan untuk pengaturan Negara secara Konstitusional sebagai pengaruh Revolusi Perancis zaman Napoleon. Liberalisme baru benar-benar mulai berkembang kira-kira pada abad ke-14, tahap akhir abad pertengahan dan awal zaman Renaissance, dengan munculnya golongan baru yaitu Bourjuis. Selama berabad-abad struktur masyrakat terbagi menjadi tiga golongan: Rohaniawan, Bangsawan, dan Rakyat. Status tercipta karena system kepemilikan tanah sehingga hidup perekonomiannya terpusat pada mereka yang mempunyai tanah yang tinggal di manor ( kastil atau istana bangsawan ). Yang kemudian dikenal manorial economy. Tetapi ketika kerajinan atau Industri perumahan dan perdagangan mulai berkembang, manorial economy beralih ke Money economy dengan pusat kegiatan ekonomi di kota-kota.

  1. 1.     Liberalisme di Perancis
  2. a.     Liberalisme dalam periode Restorasi di Perancis 1815-1830

Revolusi Perancis telah menghapus kelas pengusa dari struktur masyrakat Perancis. Kelas itu adalah kaum bangsawan dan gerejawan tinggi. Sejak tahun 1792 mereka melarikan diri dari Perancis dan mengungsi ke Negara-negara yang memusuhi Revolusi ( seperti Inggris dan Australia ). Tetapi selama pemerintahan Napoleon ( 1799-1814 ) mereka berangsur-angsur pulang ke Perancis dan setelah sampai di tanah airnya mereka menjadi kelas yang terasing.

Menurut perjanjian Cartar 1814, Napoleon dikalahkan dan diasingkan ke pulau Elba, sedangkan wilayah Eropa berstatus Quo seperti sebelum 1792.  Carter ini merupakan konstitusi liberal yang dihadiahkan oleh Louis XVIII kepada bangsa Perancis, sehingga Raja dapat mencabutnya  kembali. Setelah Napoleon meninggal di pulau St. Helena, Charter dan Louis direhabilitasi kembali pada tahun 1815. Maka Charter ini sering disebut 1815.

Revolusi 1789 telah membelah bangsa perancis menjadi dua, yaitu golongan konservatif yang ingin kembali ke situasi sebelum Revolusi dan golongan Revolusioner yang bercita-cita melanjutkan Revolusi karena dianggap Revolusi belum selesai. Golongan Revolusioner ini mempunyai dua sayap yaitu Golongan Radikal dan golongan Borjuis ( golongan doctrinaire).

Charter 1814 merupakan kemenangan bagi klas borjuis (upper middle class). Dimana golongan dotrainer(Borjuis) ini mempunyai cita-cita :

  1. Pembagian kekuasaan yang tegas

Kekuasaan Legislatif adalah kekuasaan membuat undang-undang dan undang-undang harus dimaklumkan sehingga semua warganegara mengetahuinya. Undang-undang yang tidak dimaklumkan tidak harus ditaati. Kekuasaan yudikatif mempunyai hak untuk menilai adil tidaknya suatu undang-undang tertentu. Maka badan ini harus benar-benar independent tidak dibawahkan atau dipengaruhi olek kekuasaan yang lain.

  1. Kekuasaan harus dapat dikontrol oleh rakyat supaya rakyat dapat menjalankan fungsi kontrolnya, maka harus ada kebebasab pers, kebebasan untuk berpikir, berbicara, berserikat. Sensor atas pers tidak dapat dibenarkan, karena keberengusan pers akan melindungi keburukan penguasa.
  2. Otonomi badan-badan pemerintah daerah dan lokal

Pemerintahdi daerah dan pemerintah lokal harus di beri otonom untuk mengurus kepentingan masing-masing. Kekuasaan pusat harus dibatasi, kepentingan-kepentingan konkret daerah dan lokal  tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pemerintah pusat.

  1. Bentuk Federalisme

Pemerintah swa-praja setempat diberi otonomi sendiri atas kepentingan-kepentingannya yang khas, tetapi pemerintah pusat menempatkan fungsionaris-fungsionarisnya. Para fungsionaris dari pusat itu ditentukan oleh pemerintah pusat dengan persetujuan pemerintah daerah.

  1. Hak untuk mengadakan perlawanan terhadap penindasan. Hak ini hak untuk untuk resistence to oppression. Dengan kegigihan mereka membela Charter 1814 kaum borjuis liberal ini sebenatnya sudah menjadi konservatif ( Reggiero, 1927 : 171). Mereka berusaha mempertahankan status quo dan perolehan mereka selama revolusi.
    1. b.       Masa Setelah Revolusi

Ada sejumlah sebab yang membangkitkan reaksi golongan liberal yaitu

  1. Undang-undang pemilihan diperbaharui: milik sebagai syarat bagi hak memilih dilipatkan sehingga semakin sedikit yang dapat memilih wakil di legislative akibatnya memperkokoh kedudukan golongan ultra royalis.
  2. Memberikan ganti rugi kepada golongan émigré sebanyak satu milyar franz, biaya diambil dengan memotong bunga uang simpanan golongan borjuis dalam bentuk surat-surat obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
  3. Pembredelan semakin ketat terhadap penerbitan golongan liberal. Sekolah-sekolah dikembalikan pada yayasan gereja : Ordo Yesuit boleh kembali.

Ciri-ciri monarkhi konstitusional masa Louise Phillipe 1830-1848 :

  1. Raja berdaulat ”atas rahmat Tuhan dan atas kehendak bangsa Prancis ”.
  2. Syarat untu mendapatkan hak pilih diperlunak, jumlah milik/kekayaan diperkecil sehingga jumlah orang yang dapat memilih dan di pilih jumlahnya semakin besar. Jumlah pemilih naik dari 100 ribu menjadi 240 ribu.
  3. Badan Legislatif hanya terdiri dar satu kamar, Majelis Bangsawan / Majelis Tinggi di hapuskan dan diganti dengan Senat.
  4. Garda Nasional dibentuk ; sensor atas pers di hapus : anggaran biaya untuk keagamaan dihapus ; beberapa ordo kebiaraan dilarang ; pendidikan merupakan monopoli pemerintah.
  1. c.        Liberalisme Klasik

1)     Aristokrasi baru

Liberaisme klasik dimulai pada pemerintahan Louis Philipe sampai sebelum perang Prancis-Prusia yaitu 1870-1871. Hubungan sosial yang bersifat feudal  diganti dengan hubungan yang bersifat ekonomis. Pada masa Louis Philipe Negara dianggap identik dengan pemerintah. Hal ini terlihat dalam :

a)     Adanya undang-undang yang membatasi kebebasan pers, supaya tidak mengkritik rezim liberal ini.

b)     Hak pilih dibatasi denag property qualifications; tertutup kemungkinan untuk memberlakukan hak pilih bagi semua orang.

c)     Undang-undang dikeluarkan oleh Assemblee National selalu mengarah pada kepentingan usaha kaum borjuis.

2)     Revolusi 1848

Pada tahun 1845-1848 situasi social-ekonomi di Prancis amat buruk hal ini disebabkan karena:

a)       Secara ekonomi

  • Pertanian paceklik dan gagal panen.
    • Industri terjadi over produksi, kredit macet, PHK yang mengakibatkan pengangguran besar-besaran.

b)       Secara Sosial

  • Buruh diradikalisir oleh golongan petite bourgeoiseie yang tidak mendapatkan tempat dalam pemerintahan kaum bourjuis liberal.
  • Kaum buruh bourjuis kecil dan buruh jumlahnya besar tapi mereka tidak dapat memperjuangkan kepentingan mereka.
  • Kaum komunis mulai mempengaruhi kaum buruh sehingga menyebabkan kekhawatiran kaum liberal bourjuis kecil.

3)     Pemerintahan Louis Napoleon

Pada masa ini golongan bourjui liberal tetap bertahan meskipun ada oposisi darei borjuis kecil (bersekutu dengan buruh ), golongan sosialis dan komunis. Pada tahun1848 kelompok borjuis liberal menyodorkan konstitusi baru kepada Louis Napoleon yang isinya:

  • Prancis menjadi Republik Demokrasi.
  • Badan  Legislatif terdiri dari satu kamar.
  • Pemegang kekuasaan Eksekutif adalah Presiden dengan masa jabatan empat tahundan dipilih secara  langsung oleh rakyat dalam pemilu.

Namun dalam perkembangnya  Louis Napoleon mengalami kesulitan dalam parlemen karena 2/3 angota parlemen terdiri dari golongan royalis borjuis.

  1. d.       Liberalisme Demokrasi

Kaum liberalis Prancis berkeyakinan bahwa demokrasi adalah system pemerintahan yang paling rasional. Hal ini terlihat dalam konstitusi baru 1875 yaitu :

a)   Hak pilih untuk semua laki-laki dewasa.

b)   Badan perwakilan dipilih lewat pemilu.

c)   Senat dan badan perwakilan merupakan badan legislative yang bergabung dalam Asemblee Nationale yang berhak membuat undang-undang.

  1. 2.     LIBERALISME DI INGGRIS.

1)     Inggris periode 1815-1830

Golongan konservatif ( Partai Tory) mendominasi pemerintahan pada awal abad-19. Keadaan ekonomi inggris dikuasai oleh kaum bangsawan. Di Inggris terdapat dua jenis bangsawan yaitu;

  • Bangasawan besar; wilayahnya besar secara otomatis menjadi anggota house of lords, menduduki kursi secara turun temurun.
  • Bangsawan kecil; bersama orang bermilik menjadi anggota house of cammons, dipilih lewat pemilu.

Di Inggris tidak terjadi sentralisasi karena letak geografisnya adalah kepulauan. Awal abad ke-19 aristokrasi menguasai parlemen Inggris. Ketika terjadi perang Inggris-Perancis berdampak pada Inggris yaitu:

a)       Terjadi depresi ekonomi yang amat parah, dalam wujud jatuhnya harga-harga dan pengangguran.

b)        Perekonomian bersandar semata-mata pada pertanyaan

c)       Rakyat semakin terhimpit yang menyebabkan timbulnya berbagai kerusuhan. Kaum buruh menganggap mesinlah yang menyebabkan kesengsaraan mereka.

2)     Kebangkitan kaum liberal/Whig

Revolusi Juli 1830 di Perancis juga berpengaruh di Inggris. The ruling class di Inggris yang berhaluan liberal mulai melancarkan usaha untuk memajukan kepentingan mereka dengan programnya:

a)   Menerapkan prinsip-prinsip liberal dalam bidang ekonomi

b)   Memenuhi tuntutan buruh untuk mendapatkan jaminan social dan hak-hak politis.

3)     Liberalis klasik dan kelompok intelektual Radikal

Perumus teori liberalism Ingris adalah kaum filsuf radikal yaitu:

a)       Jeremy Bentham (1748-1832)

b)       David Ricardo (1772-1823)

c)       Thomas Malthus (1766-1834)

d)       James Mill (1733-1836); ayah John Stuart Mill (1806-1873)

Pertama faham mereka bersifat rasional yang menghendaki masyarakat di reformasi, diperbaiki berdasarkan suatu konsep yang rasional dengan cara pendidikan bagi seluruh rakyat dan perundangan yang adil serta demokratis. Kebijakan pemerintah selama kaum liberal mendominasi parlemen;

1)   Reform Act 1832

Reform Act merupakan tanda kemenangan kaum liberal. Tokoh-tokoh faham free light liberalism ekonomi merupakan intelektual yang radikal antara lain; Malthus (soal kep[endudukan), Ricardo (upah buruh) yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintahan ingris. Menurut faham ini; orang yang bebas dalam masyarakat kontraktual adalah orang yang dilepaskan dari kewajiban-kewajiban dan perlindungan yang berasal dari status pada golongan tertentu. Undang-undang yang dikeluarkan oleh kaum liberal antara lain;

  • Wakil-wakil dibrough yang telah kosong dikurangi dan diserahkan kepada pusat-pusat industry (Mancester dan Birmingham).
  • Hak pilih didasarkan atas kualifikasi.

Motivasi ekonomis tampak jelas bahwa bila perbudakan diteruskan, maka yang diuntungkan adalah para pengusaha. Dengan sistemperbudakan para pengusaha tidak mengeluarkan biaya, karena tenaga kerja murah.

2)   Factory Laws 1833

Anak-anak usia 9-13 tahun hanya boleh bekerja  9 jam perhari, dua hari merupakan hari untuk bersekolah. Anak-anak usia 13-18 tahun hanya boleh bekerja 12 jam perhari, malam tidak dibenarkan untuk bekerja.

3)   New Poor Laws 1834

Dengan undang-undang ini buruh menjadi barang dagangan. Kaum liberal yakin pasar akan menentukan harga komoditi. Prinsipnya biarkan mereka yang tidak bekerja tidak makan.

4)     Liberalism Demokrasi dan Welfare

Ketika liberalism klasik banyak mendapat serangan dan kritik, mereka terpecah terlebih mengenai imoperialisme, perdagangan bebas dan soal irlandia utara.liberalisme klasik telah menghasilkan pengusaha raksasa, konglomerat besar, dan ternyata menghancurkan kebebasan individual, hal ini diluar perhitungan kaum liberal. Pengkritik liberalism klasik adalah Thomas Hill Green, melalui karyanya Lectures on the principles of political Obligation, yang menegaskan bahwa tugas terpenting dari Negara adalah menjadi saran bagi terciptanya common good. Bila commond good tercipta oleh Negara, individual good akan tercipta juga sebagai konsekuensinya. John Stuart Mill memajukan leberalisme demokrasi lewat Considerations on Representative Government. Menurutnya Universal Suffrage harus dijalankan supaya pemerintahan tidak hanya pemerintahan oleh kaum bermilik semata. Menurut Mill, kemiskinan yang dialami oleh para buruh bukan semata karena hokum alam, melainkan kesalahan manusia yang membuat distribusi tidak adil. Karena  itu serikat buruh perlu didukung untuk kesejahteraan dan tingkat pendidikan yang lebih baik.

John Stuart Mill mengajukan argumen yang lebih mendukung pemerintahan berdasarkan demokrasi liberal. Dia mengemukakan tujuan utama politik ialah mendorong setiap anggota masyarakat untuk bertanggung jawab dan menjadi dewasa. Hal ini hanya dapat terjadi manakalah mereka ikut serta dalam pembuatan keputusan yang menyangkut hidup mereka. Oleh karena itu, walaupun seorang raja yang bijaksana dan baik hati, mungkin dapat membuat putusan yang lebih baik atas nama rakyat dari pada rakyat itu sendiri, bagaimana pun juga demokrasi jauh lebih baik karena dalam demokrasi rakyat membuat sendiri keputusan bagi diri mereka, terlepas dari baik buruknya keputusan tersebut.

ciri-ciri ideologi liberal sebagai berikut :

  • Demokrasi  merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
  • Anggota  masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
  • Pemerintah  hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.
  • Kekuasaan  dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu, pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. Pendek kata, kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan, dan karena itu, sejauh mungkin dibatasi.
  • Suatu  masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar individu berbahagia. Kebaikan  suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya. Ideologi liberalisme ini dianut di Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat.

Ciri-ciri ekonomi liberal

a)     Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.

b)     Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.

c)     Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.

d)     Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).

e)     Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.

f)      Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.

g)     Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.

h)     Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

Keuntungan  dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:

a)     Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.

b)     Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

c)     Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.

d)      Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.

e)      Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Kelemahan sistem ekonomi liberal, adalah:

a)     Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.

b)     Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

c)      Banyak terjadinya monopoli masyarakat.

d)     Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu

e)     Pemerataan pendapatan sulit dilakuka karena persaingan bebas tersebut

Negara-negara penganut paham liberal di Eropa adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan Inggris. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino.

  1. 2.   Kapitalisme
    1. a.       Pengertian

Istilah “kapital” pertama kali muncul pada abad-12, yang mempunyai arti: dana, persediaan barang, sejumlah uang dan bunga uang pinjaman. Pada abad ke-18 istilah kapital diartikan sebagai modal produktif, karena uang memang digunakan untuk menghasilkan barang-barang yang dijual untuk memperoleh keuntungan secara bebas. Menurut Peter Berger, inti kapitalisme terletak dalam memproduksi barang untuk pasar melalui kerja individu atau usaha bersama dalam upaya memperoleh laba. Menurut Maurice Dobb, kapitalisme diartikan sebagai paham yang mengajarkan bahwa dalam bidang ekonomi berlaku dalam persaingan bebas dan jujur dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang terus menerus bagi semua orang. Sedangkan menurut Lyman Tower Sargent, kapitalisme dipahami sebagai sistem ekonomi dengan ciri sebagai berikut:

a)   Pemilikan kekayaan secara pribadi yang tidak terbatas.

b)   Tidak ada pembatasan untuk memgumpulkan kekayaan.

c)   Pemerintah tidak campur tangan dalam pengelolaan sistem ekonomi pasar bebas.

Max Weber, kapitalisme menjadi dua yaitu, kapitaisme irrasional dan kappitalisme rasional. Kapitalisme rasional adalah kapitalisme yang dengan berbagai metodenya terus mengembangkan produktivitas ekonomi agar mendapat laba sebesar mungkin. Oleh karena itu, kapitalisme rasional disebut kapitalisme produktif. Sedangkan kapitalisme irrasional/politik yaitu penguasa atau negara memperoleh keuntungan dengan menjarah kekayaan orang lain dengan kekerasan, menarik upeti/pajak. Kedua bentuk kapitalisme tersebut mempunyai persamaan yaitu kegiatan yang mendominasi atau memeras pihak lain untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Esensi kapitalisme, menurut ekonom Italia yang bernama F. Vita yaitu:

a)       Adanya kebebasan dalam memilih kegiatan ekonomi.

b)      Pemilikan secara pribadi atas sarana-sarana produksi.

c)       Adanya persaingan bebas dalam bidang ekonomi.

Ciri-ciri dasar kapitalisme menurut sosiolog Nicholas Albercombrie yaitu:

a)       Pemilikan dan kontrol atas alat-alat produksi, khususnya kapital oleh swasta.

b)      Pengerahan kegiatan ekonomi kearah pembentukan laba.

c)       Adanya sistem pasar yang mengatur semua kegiatan bebas.

d)      Pemotongan laba untuk pajak.

e)       Penyediaan tenaga kerja oleh buruh yang bertindak sebagai pilihan bebas.

Dawam Raharjo menyimpulkan bahwa esensi kapitalisme yang tetap dan sama untuk semua bentuk kapitalisme adalah modal/kapital. Modal diartikan bukan saja stok barang, mesin, uang atau kekayaan dalam bentuk apapun melainkan akumulasi hasil kerja dimasa lalu yang belum digunakan dan dapat di investasikan kembali untuk mencari keuntungan baik dengan cara kapitalisme rasional maupun kapitalisme irrasional.

Stanislav Andreski membedakan bentuk kapitalisme kuno dan modern yaitu:

a)       Pemilikan atas semua sarana fisik sperti tanah, mesin,dll, sebagai milik usaha industrial.

b)      Kebebasan pasar yang mengandaikan  tidak adanya pembatasan irrasional atas perdagangan.

c)       Perhitungan-perhitungan untung rugi yang membutuhkan teknologi (perhitungan pemanfaatan modal disertai administrasi, manajemen, hukum dan system peradilan).

  • BUDAYA BARAT DAN SEMANGAT KAPITALIS

Menurut Max Weber dan kawan-kawan, produk kapitalisme tidak lepas dari liberalisme dan individualisme yang pondasinya merupakan budaya barat yaitu yudaisme, kekristenan, yunani, romawi kuno. Dalam tradisi Yudaisme Allah di hayati oleh orang Israel sebagai pribadi yang transenden dan dihadapann-Nya manusia dipandang sebagai pribadi yang individual, yang harus mempertanggungjawabkan dirinya. Dalam tradisi Yunani kuno individu yang otonom, yang gagah beraninya mempertanggungjawabkan sendiri perbuatannya dihadapan para penuntutnya. Dalam agama kristiani (protestan) merupakan sumber invidualisme. Menurut Max Weber, semangat kapitalisme berasal dari asketis Calvinis dan budaya barat.

  1. b.   Perkembangan

Munculnya kapitalisme masih menjadi pro dan kontra dikalangan sejarawan karena ada yang mengatakan kapitalisme muncul ketika gejala-gejala perubahan pasar dan masyarakat abad pertengahan dengan kota-kota, gilda-gilda dan kantor dagang sebagai tempat perkembangan awal kapitalisme. Kapitalisme sebagai sistem perekonomian merupakan fenomena historis yang terbentuk secara bertahap dalam proses yang panjang dan sulit. Esensi kapitalisme dari waktu ke waktu adalah sama  yaitu akumulasi modal yang akan di investasikan kembali untuk mendapatkan laba dan karenanya diperlukan pasar bebas serta penguasaan sarana-sarana produksi.

1)      Kapitalisme abad pertengahan

Gejala kapitalisme yang nampak pada akhir abad pertengahan yaitu:

a)       Ketika ekonomi uang mulai mengeser ekonomi barter seperti dikawasan Italia Utara khususnya Flanders yang merupakan pusat industri berbagai jenis kain, menjadi pusat manufaktur.

b)       Munculnya kota-kota serta gilda-gilda dan perdagangan khususnya setelah Perang Salib seperti Firence, Milano, Venesia, Brusells, Amsterdam,dll.

c)       Munculnya sistem perbankkan modern di Italia Utara yang kemudian meluas ke Eropa. Oleh karena itu, masyarakat sudah terbiasa dengan surat kredit,deposito, transfer lewat bank,dll.

Menurut Dillard, ada 3 faktor yang mempercepat pembentukkan modal pada tahap awal kapitalisme yaitu:

a)       Dukungan agama Calvinis bagi kerja keras dan hidup hemat.

b)       Masuknya logam-logam mulia dari dunia baru (Asia,Afrika, Amerika) yang berpengaruh pada upah laba dan harga.

c)       Negara membantu pembentukkan modal sebab kerajaan besar seperti Inggris, Perancis,Spanyol menjalankan system ekonomi Merkantilisme.

2)      Kapitalisme Modern

Kapitalisme modern ditandai pergeseran kegiatan ekonomi perdagangan ke ekonomi industry. Pertama kali muncul di Inggris pada abad-18, kemudian di Perancis, Jerman, Italia pada abad-19 dan akhirnya seluruh Eropa abad-20.

Menurut Berger, ciri-ciri ekonomi industrial adalah:

a)       Semua alat produksi material menjadi milik pribadi

b)       Kebebasan pasar terbuka lebar

c)       Tersedia teknologi yang memacu aktivitas ekonomi

d)       Tersedia system hokum yang rasional

e)       Mobilitas tenaga buruh secara bebas

f)        Terjadi komersialisasi ekonomi tanpa batas.

g)       Menggunakan system akutansi yang rasional

Perkembangan kapitalisme mencapai kejenuhannya pada awal abad-20, sebab setelah PD I dan II perkembangan kapitalisme Eropa mengalami titik balik. Eropa tidak lagi menjadi pusat perekonomian dunia karena bergeser ke Amerika. Filsafat pasar bebas mulai ditanggal dan Negara mulai campur tangan dalam menentukan perekonomian masyarakat. Contohnya di Italia dan Jerman, Mussolini dan Hitler mulai menasionalisasi industri-industri dasar untuk menghidupkan kembali perekonomian, demikian juga Inggris melakukan hal yang sama setelah partai buruh berkuasa.

Pada tahun 1930 terjadi resesi (kelesuan) ekonomi dunia yang oleh para pakar ekonomi menyatakan bahwa hal itu disebabkan oleh kegagalan para ahli ekonomi dalam membangun dan menata suatu pasar sempurna. Ciri-ciri pasar sempurna yaitu:

a)       Jumlah produsen dan konsumen berpartisipasi besar di pasar. Dengan demikian kegiatan ekonomi menjadi efisien, kemudian dibentuklah GATT yang kemudian menjadi WTO.

b)       Adanya pengukuran dan pembandingan, produktifitas dan kreatifitas secara terus menerus bagi para produsen sebagai pelaku pasar (kompetisi).

c)       Kompetisi harus sama kuat tidak berat sebelah dengan demikian terjadi keseimbangan dalam hal memperoleh keuntungan.

Menurut Lester Throw ada lima perubahan dalam system ekonomi, teknologi dan politik dunia abad-21 yang telah menyebabkan fenomena evolusi dipercepat adalah:

a)        Berakhirnya sistem komunisme (1990-an)

b)        Pergeseran kearah teknologi industri yang padat pengetahuan: dalam era kedua yaitu: abad ke-19 dan 20.

c)        Struktur demografi manusia: populasi dunia terus bertambah, lebih sering berpindah dan semua menjadi tambah lanjut usia

d)        Munculnya ekonomi global: kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi yang menyebabkan semua produk dapat dibuat dan dijual dimana saja.

e)        Adanya system ekonomi dunia dimana tidak ada satu Negara pun yang dapat mendominasi: aturan berdagang selalu ditentukan oleh Negara-negara yang mendominasi perdagangan dunia.

Prinsip-prinsip Kapitalisme

  • Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana kecuali yg terang-terangan dilarang negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan semacamnya.
  • Mendewakan hak milik pribadi dengan membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yg ada utk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yg menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yang cocok untuk meningkatkan dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yg yg sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan keamanan.
  • Perfect Competition .
  • Price system sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan dan bersandar pada peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengendalikan komoditas dan penjualannya.

Bentuk Kapitalisme

  • Kapitalisme perdagangan yg muncul pada abad ke-16 setelah dihapusnya sistem feodal. Dalam sistem ini seorang pengusaha mengangkat hasil produksinya dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian ia berfungsi sebagai perantara antara produsen dan konsumen
  • Kapitalisme industri yg lahir krn ditopang oleh kemajuan industri dengan penemuan mesin uap oleh James Watt tahun 1765 dan mesin tenun tahun 1733. Semua itu telah membangkitkan revolusi industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke-19. Kapitalisme industri ini tegak di atas dasar pemisahan antara modal dan buruh yakni antara manusia dan mesin.
  • Sistem Kartel yaitu kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memonopoli pasar dan pemerasan seluas-luasnya. Aliran ini tersebar di Jerman dan Jepang.
  • Sistem Trust yaitu sebuah sistem yg membentuk satu perusahaan dari berbagai perusahaan yg bersaing agar perusahaan tersebut lbh mampu berproduksi dan lbh kuat utk mengontrol dan menguasai pasar.

2 pemikiran pada “Perkembangan Liberalisme dan Kapitalisme Eropa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s